[Analisis SMM] Pada bulan Juni, baik impor maupun ekspor nikel halus mengalami penurunan. Impor turun 3% dari bulan sebelumnya dan ekspor turun 27% dari bulan sebelumnya.

Telah Terbit: Jul 21, 2025 16:28
Sumber: SMM
Pada Juni 2025, impor nikel halus China mencapai 17.010 mt, turun 3% dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 120% dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspor nikel halus China mencapai 10.143 mt, turun 27% dibandingkan bulan sebelumnya dan 6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Impor:
Pada Juni 2025, impor nikel halus China mencapai 17.010 mt, turun 3% dari bulan sebelumnya dan naik 120% dari tahun sebelumnya. Di antaranya, impor nikel non-paduan tak-olah lainnya mencapai 14.777 mt, yang menyumbang 87% dari total impor nikel halus. Berdasarkan negara asal, negara impor utama pada Juni adalah China (zona bebas cukai), Rusia, Indonesia, Norwegia, dan Afrika Selatan. Impor dari China (zona bebas cukai) mencapai 6.208 mt; impor dari Rusia sebesar 3.527 mt, turun 28% dari bulan sebelumnya; dan impor dari Indonesia sebesar 2.863 mt, turun 32% dari bulan sebelumnya.

Ekspor:
Pada Juni 2025, ekspor nikel halus China mencapai 10.143 mt, turun 27% dari bulan sebelumnya dan 6% dari tahun sebelumnya. Di antaranya, ekspor nikel non-paduan tak-olah lainnya mencapai 9.101 mt, yang menyumbang 90% dari total ekspor nikel halus. Berdasarkan wilayah, wilayah ekspor domestik utama pada Juni adalah Zhejiang, Guangxi, Shanghai, dan Guangdong.



Volume Pelepasan Bea Cukai:
Pada Juni 2025, volume pelepasan bea cukai nikel halus mencapai 7.167 mt, meningkat 2.505 mt dari bulan sebelumnya. Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan yang signifikan dalam total ekspor langsung pada Juni dan peningkatan yang cukup besar dalam total volume yang tiba dari luar negeri ke zona bebas cukai.


Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Flash News] Rumor Pembentukan Lembaga Ekspor Negara Terpusat Guncang Pasar Menjelang Pidato Presiden
3 jam yang lalu
[SMM Flash News] Rumor Pembentukan Lembaga Ekspor Negara Terpusat Guncang Pasar Menjelang Pidato Presiden
Read More
[SMM Flash News] Rumor Pembentukan Lembaga Ekspor Negara Terpusat Guncang Pasar Menjelang Pidato Presiden
[SMM Flash News] Rumor Pembentukan Lembaga Ekspor Negara Terpusat Guncang Pasar Menjelang Pidato Presiden
Rumor pasar menjelang pidato presiden besok mengindikasikan Indonesia mungkin akan membentuk badan negara khusus untuk memusatkan ekspor komoditas strategis, awalnya menyasar CPO dan batu bara, dengan mineral masih dalam pembahasan. Dalam kerangka yang dirumorkan, produsen akan melewati penjualan internasional langsung dan menjual ke entitas perdagangan negara ini, yang kemudian akan mengekspor secara global dan berpotensi menangkap spread perdagangan. Meskipun narasi resmi berfokus pada pemberantasan under-invoicing, pengamanan pendapatan negara, dan mempertahankan devisa untuk menjaga rupiah, pasar memperlakukan ini sebagai risiko kebijakan yang signifikan.
3 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (19 Mei)
4 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (19 Mei)
Read More
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (19 Mei)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (19 Mei)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan nonbesi di SHFE dan DCE pada 19 Mei 2026
4 jam yang lalu
[SMM Flash News] ESDM Indonesia Tangguhkan Lebih dari 50 Izin Usaha Pertambangan (IUP) karena Keterlambatan Pengajuan RKAB 2026
5 jam yang lalu
[SMM Flash News] ESDM Indonesia Tangguhkan Lebih dari 50 Izin Usaha Pertambangan (IUP) karena Keterlambatan Pengajuan RKAB 2026
Read More
[SMM Flash News] ESDM Indonesia Tangguhkan Lebih dari 50 Izin Usaha Pertambangan (IUP) karena Keterlambatan Pengajuan RKAB 2026
[SMM Flash News] ESDM Indonesia Tangguhkan Lebih dari 50 Izin Usaha Pertambangan (IUP) karena Keterlambatan Pengajuan RKAB 2026
Setelah tiga kali surat peringatan berturut-turut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia telah menangguhkan lebih dari 50 Izin Usaha Pertambangan (IUP) mineral dan batu bara, termasuk 34 operasi nikel, karena gagal menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Tri Winarno, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara ESDM, menyatakan pada 18 Mei bahwa perusahaan tambang yang terdampak telah diberi masa tenggang ketat selama 90 hari untuk memperbaiki pengajuan mereka, yang setelahnya ketidakpatuhan akan berujung pada pencabutan permanen izin pertambangan mereka seiring negara memperketat pengawasan sektor tersebut.
5 jam yang lalu